Sepatu Cinta untuk Anak Pedalaman di Sumbermiri

Terkumpul

Rp. 300,103,-

Target

Rp. 3,500,000,-

Batas Akhir Saweran

1 December 2016

Lokasi

KABUPATEN NGANJUK, JAWA TIMUR

Sudah Selesai

Pelajari

Penjelasan

Hutan Sumbermiri ini, adalah hutan produksi jati yang dikelola PERHUTANI Jombang, luasnya sekitar 162.000 hektar, yang mencakup wilayah kecamatan Lengkong dan Ngluyu Kabupaten Nganjuk. Kabarnya juga sebagian dimiliki oleh Kabupaten Bojonegoro. Secara administrative, penduduk yang tinggal di dalamnnya terdata sebagai penduduk kabupaten Nganjuk. Ada satu desa dan beberapa dusun yang terletak di dalamnya. Diantaranya adalah desa Sumbermiri, dusun Suru, dusun Bendorayut, dan dusun Kalimati.

Dengan jalan aspal yang hancur bercampur batu sepanjang jalan masuk hutan sampai pusat desa sejauh hampir 6 km. Lebih parah lagi kondisi jalan jika kita berkunjung ke dusun-dusun lain yang ada di dalamnya.

Pada kunjungan saya ke desa Sumbermiri dalam rangka survey lokasi guna sebuah program Tatar Nusantara, disana saya berkesempatan untuk bertemu dengan anak-anak SD dari kelas 3-5 di pertengahan jalan dari desa Sumbermiri menuju 3 dusun tersebut. Kondisi jalan yang licin dan rusak parah membuat saya beberapa turun dari motor yang saya tumpangi karena takut jatuh dan memilih berjalan kaki. Karena memang malamnya hujan deras mengguyur wilayah ini.

Paginya, ketika saya bertemu mereka (anak-anak) 3 anak tersebut menarik perhatian saya. 2 orang membungkus sepatunya dengan plastic kresek dan 1 anak lagi saya ingat betul namanya siska tidak menggunakan alas kaki menuju sekolahnya. Saat saya bertanya “kenapa gak pakai sepatu? Nanti kena duri loh.” Kataku waktu itu. Sedangkan Dias langsung merobek plastic yang membungkus sepatunya dan yang satu lagi tetap dipakai (saya lupa namanya)

Siska hanya menjawab “gak mbak, nanti sepatunya kotor sampe sekolah.”

Yang saya lakukan adalah saya memeriksa semua sepatu anak-anak itu. “Ya ampun, sepatunya udah pada jelek semua. Udah pada rusak” batinku saat itu.

Setelah mereka menjauh dan saya bersama rombongan melanjutkan perjalanan, saya sempat bertanya dengan salah satu relawan Jombang yang sering berkunjung untuk mengajar disana namanya mba Vivid “mbak, anak-anak itu tadi apa kalo musim hujan sekolah pada kaya gitu? Aku lihat sepatunya juga udah pada rusak mbak.” Tanyaku.

“Iya, emang begitu. Mereka lebih saying sepatu daripada kaki mereka. Soalnya sepatu kan mahal, kalaupun ada sumbangan jarang yang kasih sepatu, kebanyak tuh kasih tas. Kalau tas udah beberapa kali mereka dapet.” Terang mbak Vivid.

Pemandangan dimana ibu dan anaknya sedang embersihkan sepatu dengan menggunakan genangan air, agar tidak terlalu kotor sampai sekolah. Sedangkan anak laki-lakinya sedang mencopot plastik yang digunakan untuk membungkus sepatunya.

  

Akses jalan dari dusun menuju sekolah di desa Sumbermiri.

Dengan latar belakang seperti itu, dan saat ini saya sudah pulang dari Sumbermiri, saya membuat project penggalangan dana untuk membelikan sepatu anak-anak di pedalaman Hutan Sumbermiri.

 

Perincian Biaya :

30 anak SD-SMP x Rp 100.000 = Rp 3.000.000,-

henny widyastuti

Relawan, Depok Jawa Barat

1 posting projek sosial

Donatur

Anonim

Kota Palu, Sulawesi Tengah

Rp. 300,103,-